rss

anak tertua

hhhh...beberapa bulan ini kayaknya lagi diuji dari kanan-kiri. mulai dari hati sampai kewajiban seorang anak, semuanya seakan hadir bersamaan. berat memang dan mengejutkan banget pastinya.

oh ya,sekarang ini secara tidak langsung aku jadi tulang punggung keluarga, meskipun kedua orang tuaku masih ada. ya,aku lah yang harus membuat keluarga ini terjaga dan berjalan. aku ga pernah bisa berdiam diri saat keluargaku membutuhkan sedikit atau banyak dariku, meskipun terkadang aku korbankan cita-citaku. tak apalah, setidaknya adik-adik ku nanti tidak akan merasakan sebagaimana yang aku rasakan.

aku pernah dikritik teman-temanku tentang hal ini. mereka bilang aku seharusnya bukan yang jadi tulang punggung keluarga karena masih ada kedua orang tuaku. memang, hukumnya dijelaskan seperti itu. tapi aku sama sekali tidak bisa menahan untuk segera bertindak saat orang tuaku meminta, seketika itu juga akan aku usahakan sebisaku. jangankan harta ataupun tenaga, apa yang aku punya akan aku serahkan jika itu bisa membuat orang tuaku bertahan.

aku pun pernah dikritik keras karena menunda cita-citaku demi adikku. dibilangnya aku tidak punya masa depan dan hanya akan menderita dalam kesepian tanpa ada orang yang sanggup berdampingan denganku. mungkin dia tidak tahu bagaimana keadaanku sebenarnya, tapi bukankah wajar jika seorang kakak ingin yang terbaik untuk adik-adiknya.

aku selalu tertegun saat melihat orang tuaku tertidur begitu saja. wajah keriput dengan guratan sana-sini, urat tangan yang tampak jelas, dan telapak kaki yang mulai tidak tahan dengan dinginnya lantai, semua itu cukup menggambarkan bagaimana perjuangan hidupnya untuk menjaga anak-anaknya. selalu sempat beliau menanyakan kabarku, meminta maaf telah membebankanku, terkadang terlalu khawatir atas aku yang merantau. kadang aku ingin menangis karena melihat wajahnya atau atas usapan tangannya, tapi aku harus tegar di hadapannya untuk menenangkan hatinya.

terkadang aku heran dengan perilaku beberapa orang yang bisa menolak untuk memberi bantuan kepada keluarganya sendiri padahal mereka sanggup untuk memberikan. takut harta habis atau takut masa depan suram??aku tidak. sungguh restu orang tua itu hal yang utama, dan pengorbanan untuk orang tua dan keluarga tidak pernah sia-sia. entah bagaimana caranya dan bagaimana hasilnya aku yakin masa depanku bisa cemerlang.

Idul fitri tahun ini terasa berat dengan berita dari tempat kerjaku, aku mungkin harus mencari tempat kerja baru setelah ini. aku pun tak tega dengan reaksi orang tuaku, meski tetap tersenyum dan memberiku semangat tapi aku tau mereka pun bersedih. mereka tetap meyakinkanku kalau rizki itu tidak akan tertukar, entah dari mana datangnya pasti akan ada.
dengan restunya aku akan berusaha sekuatnya.

2 comments:

nissadwi said...

ahaa..aku tau yang kamu maksud. xixixix...

lintang selatan said...

maksud yang mana ni???:P