rss

Ngabur ke Jogja (3)

Hape terus teriak-teriak gara-gara Chiwink bolak-balik telpon dan sms, tapi ga dijawab-jawab. Ya iyalah ga dijawab, masih pada ngantuk semua di sini hahaha..mungkin Chiwink berpikir kita semua lagi siap-siap jemput dia di hotel, tapi sebenarnya pada susah dibangunin buat mandi :P setelah tarik sana-sini, bujuk Kang San, nungguin Dede mandi ga selese-selese, jemput Chiwink di hotel, jadi juga kita ke pantai tapi kesiangan berangkatnya! gagal deh liat sunrise..:(

Konvoi ke pantai pun mulai masuk jalan besar kota Jogja. Hari minggu pagi di kota ini sejuk ditemani bunyi kicau burung yang kadang terdengar dari pinggir jalan (beneran ada kicau burung lho), ramai tapi ga macet, warga kota yang mulai segala aktifitas, serta bangunan-bangunan benteng menemani perjalanan ke pantai Kukup. Aku yang setiap hari selalu ditemani macet dan debu tebal hitam ibukota sudah pasti riang gembira di kota ini heheh.. Matahari yang mulai naik, kibasan angin yang masih dingin di pagi hari, lampu merah yang bolak-balik menyapa di tengah jalan, dan perut pun mulai lapar
"Sarapan dulu yuk!" ajak Chiwink
"Sarapan di mana ni?"tanyaku
"Ke rumah mba-ku aja, deket kok dari pantai, jadi bisa transit dulu sebelum ke pantai" usul Dede
Jadilah rubah rute ke rumah mba-nya Dede dulu buat isi perut dan transit dulu
"San, emangnya ke pantai Kukup jauh ya? kok transit dulu?" tanyaku yang bonceng motor Kang San
"Ngga, deket kok" jawab Kang San
Ternyata pantai Kukup itu jauh sodara-sodara! dan aku yang cuma pake sweater tipis udah mulai kedinginan di belakang Kang San. Pantas saja semuanya pake jaket tebel begitu, meski matahari udah naik seutuhnya, masih dingin aja udara di sini.

Rumah mba-nya Dede kalo ga salah ada di daerah Gunung Kidul sana, jalan menuju ke sana ibarat mau ke Puncak lewat Ciawi. Jalan naik yang curam dan berbelok-belok, dilindungi dengan pepohonan di kanan-kiri jalan, bus-bus besar yang menggerum karena curamnya jalan, motor-motor yang berkelit menyalip, memberi kesan tersendiri ketika berjalan di daerah sini. Kami terus naik, berbelok, dan terus naik sampai bisa terlihat kota Jogja di bawah sana. Jalanan yang jarang kutemui kecuali saat aku lagi di rumah (rumahku juga melintas gunung dan lembah) dan di sini baru kita merasakan enak naik kendaraan, ga ada macet dan lampu merah cuy!
Setibanya di rumah mba-nya Dede, kenalan, selonjoran, langsung makan :P tanpa malu-malu dan permisi langsung ambil porsi masing-masing. Ngobrol sebentar, dan rombongan konvoi kita nambah anggota lagi. Sodaranya Dede pengen ikut juga ke Kukup, wokey! bungkus deh, makin banyak orang makin rame ni heheh..dan formasi boncenger pun berganti, dapet tambahan motor soalnya hehehe..

Tujuan pun berganti lagi kali ini, kita ke pantai Baron dulu sebelum ke Kukup. Aku bawa motor kali ini hehehe, tapi kok tenaganya kurang ya? apa aku yang overweight? :P gara-gara aku dah lama ga bawa motor, jadi kagok ngendaliin kuda besi yang satu ini. Chiwink yang aku bonceng pun bolak balik protes karena ga nyaman bawanya :P Jalan yang dipilih kali inipun unik, sepertinya jalan yang jarang banget ada orang lewat sini. Susuri bukit berbatu, belok ke belakang lembah, turun lalu naik lagi ke puncak bukit. Keluar di jalan raya beraspal dengan kebun-kebun tembakau di kanan-kiri jalan, terus masuk ke dalam rindangnya hutan bambu dan muncul di tengah hamparan kebun jagung, berganti dengan sawah, dan berganti ke kebun bawang merah sepanjang jalan dan sejauh jalur ini membentang. Berbelok ke arah laut, naik ke atas bukit sedikit, lalu meluncur dengan bebas di antara gundukan-gundukan tanah menyerupai bukit kecil dan sampai lah kita di pintu masuk pantai Baron.

Pantai ini sebenarnya pantai nelayan, jadi ada perahu-perahu nelayannya, pemandangan yang jarang ada jika kita pergi ke pantai wisata. Okey, langsung hampiri pantainya!! Begitu masuk kawasan pantai..wuiiihhhh..bagus bro! langit juga cerah banget hari ini. Banyak juga yang wisata di sini, pasirnya cokelat biasa tapi pemandangan dari "teluk kecil" ini yang jarang ada. Pantai nelayan yang di pagari bukit di kanan-kiri seperti pelabuhan kerajaan di masa lalu. Ombak yang kadang besar juga menambah sensasi berenang di pantai ini.
"Ayo buka baju!! kapan lagi ketemu pantai!!" ajak Dede
Tanpa basa-basi langsung nyemplung aja ke laut, dan dengan malu-malu karena perut buncitku aku juga ikut nyebur heheh..

Mbah Fred, Dede, dan aku yang bisa dibilang anak gunung so pasti dengan hepinya bermain air laut, loncat kesana kemari, berenang menantang ombak, percobaan lompat indah dari batu karang sampe iseng ambil foto-foto makhluk-makhluk indah yang ada di sini :P (buat keisengan yang satu ini sempet dapet tatapan tajam dari Chiwink) sementara Kang San dan Chiwink cuma memantau layaknya penjaga pantai baywatch :P. Puas bermain dan capek berenang melawan ombak pantai laut selatan, daripada bengong dan emang kami semua ga ada yang betah berdiam lama-lama ya sudah ambil foto-foto makhluk indah lagi hehehe..banyak yang indah soalnya di sini, paras ayu ala Jogja dan pose-pose alami dan tidak dibuat-buat membuat kami tertarik untuk sedikit mengambil gambarnya.

Matahari sudah tegak melayang di atas kepala, hari tak terasa sudah terang benderang dan pandangan mata pun sudah mulai silau karena cahaya terangnya. Sambil ngemil dan ngerumpi, terpikir untuk kembali ke tujuan semula
"Kapan ke Kukupnya?" tanya Chiwink
"Ya sekarang aja, tuh tinggal jalan lewatin bukit ini." jawab sodara Dede
Ternyata pantai Kukup bersebelahan sama pantai Baron, baru tau saya heheh..oke kalau begitu, kita lanjut ke pantai Kukup!! cuma tinggal lintasi bukit di belakang kok, dan pasti ada pemandangan unik lainnya ni.

Bukit yang dilintasi tergolong kecil, mungkin karena di daerah pantai bukit ini tanahnya bercampur bebatuan tapi banyak tumbuhan dan ilalang yang tumbuh di bukit ini. Tanjakan yang terjal dan berbatu membuat langkah kaki kadang terpeleset karena batu yang menjadi licin. Sebenarnya ada jalan raya sendiri untuk sampai ke pantai Kukup tapi karena memutar jauh, lebih baik memilih melintas bukit lagipula akan menambah rasa berpetualang jika saat liburan kita memilih jalur yang tidak biasa dilewati orang kebanyakan.

Benar saja, begitu sampai di atas bukit pemandangan laut berubah jadi indah sekali. karena kita di atas, pandangan jadi jauh dan luas. Benar-benar biru laut di sini. Jalan menurun terjal dan berkelok menjadi rute kami kali ini, dengan berbaris berjalan kaki kami susuri tanah lapang, meniti tepian bukit, terkadang membelah rumput-rumput liar dan tersesat! terlintas di pikiranku, rute jalan seperti ini mirip seperti saat Tomb Raider berburu artifak langka atau Sinbad yang berburu harta karun. Jalan berbatu dan menyusup ke dalam rimbunnya tumbuhan-tumbuhan liar dan berduri benar-benar membangkitkan imajinasi berpetualangku. Tak henti aku memotret sana-sini dan berceloteh ria mengagumi alam yang terhampar bebas di sini.

Di ujung rimbunnya tumbuhan liar di situ lah pintu gerbang ke pantai Kukup. pantainya lebih lebar dari pantai Baron dan lebih banyak orang di sini, sepertinya karena pantai ini merupakan pantai wisata. Karena kami datang dari arah bukit, bukan dari jalan raya jadi sisi pantai yang kami datangi ga begitu banyak orang, baguslah kalo begitu hehehe..makin sedikit orang yang datang makin bersih pantainya. Yep, mungkin gambaran semua pantai di negeri kita seperti ini. makin terkenal pantainya, makin kotor jadinya. Ga heran, banyak orang memilih berlibur di pantai yang kurang terkenal atau pantai yang jarang pengunjung karena akses yang terbatas.

Sampe juga akhirnya di pantai Kukup, pantai yang jadi alasan pertama gerombolan ini datang ke Jogja. Sayang di sini ada larangan untuk berenang, memang ombak di sini lebih garang dibandingkan pantai Baron. Pemandangan yang ditawarkan cukup berharga untuk di potret dan direkam. Di sini karena ga bisa berenang bebas jadi cuma berpose ria di hadapan laut luas dan duduk tenang menghirup udara khas pantai yang menenangkan pikiran. Memang benar orang bilang, duduk di pantai lebih membuat rileks daripada kita ke sauna sekalipun. Sempat kami curhat-curhatan antar teman di pantai ini, minta pendapat, dan saling menguatkan. Kami berlima memang jarang sekali ketemu, selain jarak yang masing-masing jauh, juga karena kesibukan masing-masing yang menghalangi untuk saling bertemu. Dulu sewaktu masih jadi pasukan putih abu-abu, bisa setiap jam ketemu dan setiap hari ribut masalah ulangan dan tugas yang kadang di luar jangkauan otak kami yang masih imut. Aku dan Kang San satu kos dan satu kamar, so sering banget saling buka rahasia tanpa disengaja. Dede dan Mbah Fred selain temen satu kelas, mereka juga sering main dan nginep di kosku, jadi tanpa paksaan mereka hampir selalu terlibat dengan kegiatanku yang ga terduga, malah mereka yang jadi otak keisengannya. Chiwink temen sekolahku dan sekelas dan sebangku dengan Dede, otomatis saat kita kumpul di sekolah atau di mesjid, cewe yang satu ini sering ikutan nimbrung walaupun ujung-ujungnya dia yang sering dikerjain :P Masa-masa seperti itulah yang membawa kami untuk bertemu lagi, hanya untuk ketemu temen lama dan kawan seperjuangan, jauh-jauh menempuh perjalanan malam pun terbayar sepenuhnya setelah berjabat tangan dengan sahabat seperti saudara ini. Bagiku, mereka tempat aku minta pendapat setelah kedua orang tuaku, tempat aku mengeluh saat jenuh, tempat iseng jika aku kesepian, dan mereka tidak segan-segan menegurku jika aku salah. Mungkin saat aku menikah nanti, mereka yang aku minta jadi saksi :P

Puas haha-hihi dan berendam pasir dan air laut, foto-foto segala pose, saatnya kita pulang ke kota :P matahari mulai turun dan masing-masing harus kembali ke alamnya :P

Ngabur ke Jogja (2)

Okeh!! lanjutin cerita Ngabur ke Jogjanya setelah sekian lama istirahat. sampe mana ya...mmm..oya sampe ketemu Dede ma Chiwink di Malioboro. Setelah makan dan ngemil dengan kenyang plus gara-gara uang dah mau abis, akhirnya kami bertiga telusuri jalan Malioboro (aku yang baru pertama kali ke sini pun, senyum-senyum ibarat masuk dunia fantasi) sambil tunggu kedatangan Kang San. Yang mencolok di sini, batik is in everywhere!! mau harga murah sampe mahal ada di sini, mau batik corak dan model apapun ada juga di sini. ada juga bule-bule seliweran sana-sini (ga kayak di Bali sih, di sini bule-nya ga buka-bukaan pakaiannya). Sepanjang jalan ada saja jual-beli cinderamata, baju, makanan, rame banget pokoknya, ditambah suasana malam dan lampu-lampu Malioboro yang seakan bikin betah tinggal di Jogja. Ada juga pentas teater di sini, keliatannya sih anak-anak mahasiswa, mirip di Taman Ismail Marzuki ini di ruang terbuka jadi tambah unik dan menarik (PRJ kalah kayaknya qiqiqi). Overall, Malioboro bikin betah banget heheheh..

Tangtingtung..sms masuk dari Kang San. "Lagi on-the-way katane" okeh, kita janjian ketemuan di Taman Pintar. Celingak-celinguk cari kawan yang satu ini, udah lama juga ga ketemu soalnya, seharusnya sih ga susah secara badannya sama lebarnya dengan badanku jadi gampang keliatan dari jauh :P.
"Aloo, di mana Kang?" tanya Dede.
"Dah di Taman Pintar ni, kamu di mana?" jawab Kang San.
"Lah, ni juga lagi di Taman Pintar, kamu di sebelah mana?" sahut Dede.
"Di siniii!!! Woooyyy!!" langsung keliatan Kang San dengan motor barunya dan potongan rambut barunya heheh..
Langsung kabur dari lokasi buat cari makan..(cari makan lagi!!), maklum Kang San masih fresh dari tempat kerja jadi belum makan katanya.
Pas liat Kang San makan, kok jadi laper lagi ya??
"De, laper ga?" tanyaku.
"Ngga, kan dah makan, tapi boleh deh pesen lagi" jawab Dede. Akhirnya makan satu paha ayam lagi jadinya, sementara Chiwink cuma pesen jeruk anget aja katanya (lagi diet mungkin :P)

Wuuussss..sampe juga di kos-nya Kang San. Malam dah hitam, sunyi dan capek bikin mata protes buat cepet-cepet dipejamkan. Sekarang ada masalah..Chiwink mau tidur di mana?..bukannya dah direncanain sebelumnya?eiitt..namanya jalan-jalan bareng kawan-kawan ini mending ga usah pake rencana hahaha..Pertama coba telpon temen-temen Kang San yang bisa nampung Chiwink buat semalem (temen cewe tentunya), hasilnya..nihil! ada yang mudik, ada juga yang dah tidur. Kedua, coba telpon hotel yang bisa ditelpon, nihil juga! penuh semua, soalnya weekend. Dede nyeletuk dengan ide dadakannya "gini aja wis..Chiwink tidur di dalem, kita tidur di luar" Heehh?.. lama mikir buat penampungan cewe satu ini, akhirnya.."Ya dah, cari hotel ato losmen aja yuk! sekalian keliling Jogja aja" ini baru setuju..dan berangkatlah kami ber-empat (ber-empat?? Mbah Fred mana? simbah lum bisa dateng malem ini, kabarnya dia akan nongol begitu azan subuh mau bergema)

Puter-puter keliling kota naek motor asik juga ternyata ya heheh..jalanan sepi bebas macet dan lampu kota yang indah ditambah hawa kota yang khas bener-bener bikin melek. Coba cari hotel di Malioboro, mungkin masih ada yang kosong. Aku dan Chiwink jalan kaki menyusuri Malioboro sekali lagi sementara kedua biker menunggu di pinggir jalan.
"Mas, ada kamar kosong ga?" tanyaku.
"Buat berapa orang?" jawab penjaga hotel.
"Satu aja mas." jawabku lagi.
"Mas sama mba-nya mau cek-in ya? jangan mas, ga boleh" jawab penjaga lagi.
"Yeee..bukan, cuma buat temen saya aja kok. Ada ga?" jawabku.
muter-muter Malioboro pun ga ada kamar kosong, lanjut keliling lagi. Tanya lagi dan tanya lagi akhirnya nemu kamar kosong juga dengan harga 70 ribu per malemnya. Begitu buka kamar, wiihhh...gede amat kamarnya! ada 5 atau 6 ranjang di dalemnya.
"Ini buat satu orang mas?" tanyaku.
"Sebenernya ngga mas, tapi karena kamar yang single kosong ya saya kasih kamar ini aja. yang nempatin cuma mba-nya aja kok" jelas penjaga hotel.
Waaaa...asik donk, bisa pindah-pindah kasur guling bolak balik juga bisa kayaknya ni hehehe.

Urusan Chiwink sudah beres..sekarang giliran pulang..eeitt tunggu dulu, gimana kalo kita muter-muter Jogja sekali lagi sekalian beli cemilan buat di bawa pulang?!Ayo deh..(perasaan makan mulu ya..)
Beres-beres, cuci-cuci, ganti baju dan rebahan di kasur...capek banget rasanya tapi mata belum mau merem padahal dah jam 1.30! kebiasaan dari jaman sekolah dulu kayaknya, kalo dah kumpul begini pasti ngerumpi ahahah..

Janji Mbah Fred pun ditepati. Subuh pun belum terdengar, tapi hape Kang San sudah teriak kalo Mbah Fred telpon!
"Hoy, bangun-bangun!!aku dah di depan ni!" panggil Mbah Fred
mata bener-bener susah dibuka, perut kenyang dan udara yang masih dingin jadi penggoda buat skip solat subuh (setan pun tertawa..) "Hoy..hoy..hoy..ayo banguuunnn. solat..solat!!" ini dia kawan satu lagi dalam dunia persilatan semenjak jaman sekolah dulu..Mbah Fred on the stage! dengan jaket biru dan rambut klimis walaupun ga kena air berdiri di depan kami bertiga dengan muka yang paling seger, padahal subuh aja belum.

Kang San dan Mbah Fred berangkat solat subuh duluan, sementara aku dan Dede..solat di kamar :p abis solat subuh duniapun terbalik..tadinya aku dan Dede yang susah melek, sekarang giliran Kang San ma Mbah Fred yang mengunjungi alam mimpi. beginilah mereka berdua..solat ga ngantuk tapi selain itu, sering ngantuknya..terutama Mbah Fred yang hampir sepanjang hari tidur di kelas selama 3 tahun sekelas denganku. tapi kok ya bisa nyangkut ilmunya??padahal yang melek aja ga mudeng pelajarannya :P

Ga lama, Chiwink pun dah manggil-manggil lewat telpon, kita mau jalan-jalan ke pantai hari ini. cihuuyyy!!!

Ngabur ke Jogja (1)

Sebenernya udah lama aku dipesen posting untuk cerita ini hehehhe, tapi baru sempatnya sekarang ternyata :P.

akhir juli kemaren ada "usul iseng" dari temenku di kota wingko sana "Eh, ke jogja yuk!!". wah, seketika tersenyum aku. aku dan dede sebenernya udah punya rencana ke kota gudeg dari tahun kemaren, bolang bareng adi juga niatnya, tapi belum kesampean juga sampe juli kemaren, maklumlah kami ini susah ditemui hahaha. rencana ke jogja pun tiba-tiba jadi serius, sepertinya si empunya ide ini pengen banget ke sana. oke deh, kapan lagi menurutku. telpon dulu kang san yang dah jadi penghuni jogja, maksudnya biar kita ga terlunta-lunta begitu sampai sana hehe. tanya mbah fred, bisa ikut juga ternyata. okeh! konfirmasi sudah lengkap tinggal nentuin harinya.

pas banget abis gajian bulan juli, aku sama dede sms-an "De, kapan berangkat?" "besok malem, aku naek dari cibitung mau pulang ke purjo dulu ambil motor" "lah, trus aku gimana?aku kan baru pertama kali ke jogja!" .... yep, aku baru pertama kali ke jogja heheheh...sumatera udah aku jelajahi, Bunaken pun dah pernah nyelem di sana, tapi Jogja belum sama sekali :P

jadi lah besok malemnya berangkat dari Lebak Bulus dan ternyata bis jurusan Jogja habis!! bis jurusan purwokerto juga kandas, pada kemana pikirku. mau batalin rencana..bisa digantung aku nanti...okeh!naik jurusan Tasik aja, nanti nyambung dari sana naek bis imut. dan berangkat lah aku ke Tasik. ada untungnya juga aku nekat ke Tasik dulu, sepanjang perjalanan aku kenalan sama "turis" yang kehabisan bis dan kita sama-sama ke Jogja, cocok kalo gitu heheheh. setidaknya aku ga kesepian nanti di jalan ^_^

berhubung jalur ke Jogja lewat persis di depan rumahku, so pasti aku mampir dulu buat makan trus mandi sekalian ketemu orang tua. perjalanan lanjut di jam 8 terminal Purwokerto, langsung naek bis patas ke Jogja, adem... Judulnya bis patas, tapi jalannya sumpeh kayak siput baru lahir, luelet beneerrrr...lagi coba tidur ada sms masuk "Sang, udah di mana?" "Udah naek bis ke Jogja De, dah dimana lu?" "Dah di rumah nih, baru mau berangkat naek motor" weehh?! Dede dah sampe Purworejo dan aku masih di Banyumas !! kalah jauh bakalan nih dateng di Jogja. "De, ntar rencananya mau ngapain aja di Jogja?" "Ga tau, kan ciwink yang ngajak" ganti sms ke ciwink, "Bu, dah nyampe mana?ntar rencananya mau kemana?" "aku dah di stasiun nih, ga tau, maen2 aja pokoknya" Hah?!!. beginilah kalo wisata bareng temen-temenku yang unik ini, selalu ga ada rencana sebelumnya ahahaha.

Dede sama Ciwink dah nyampe duluan di Malioboro, sementara aku masih di Kebumen! haduuuhh...gagal deh poto-poto di Malioboro. padahal aku kan debut ke Jogja ni, cuma bisa pasrah sama pa sopir, mudah-mudahan diberi kesadaran :P akhirnya aku sampai di Jogja pas magrib (@#$%@#$%) turun di terminal apa gitu..Giwangan atau Guyangan..ga apal juga. langsung telpon Kang San, yang janjinya jemput begitu turun di terminal, tapi ga aktif telponnya! waduh..sms Ciwink "Wink, dah di terminal ni. ke malioboro naek apaan?" "Gampang Sang, naek transJogja 3A" "3A?bener ya?" "Iya bener, aku dah sering ke Jogja kok" berbekal keyakinan dari sms Ciwink, berangkatlah naek transJogja 3A.

kesan pertama transJogja, kecil bisnya. sebenernya sama seperti bis-bis di kota lain, cuma hanya berhenti di halte aja. dan yang baru aku tau, di kota ini ga ada angkot selain transJogja ini, heran juga aku. trus kalo kemana-mana lebih banyak yang naek motor daripada naek bis ini (aku tau alasannya kenapa heheh). agak lama di transJogja aku penasaran juga kenapa ga sampe-sampe dari tadi, aku ngobrol sama kondekturnya "Pak, saya mau ke Malioboro, nanti turun di mana ya?" "Oh, mas-nya duduk sini saja dekat saya, nanti saya kasih tau turun di mana". bis terus melaju, makin lama makin banyak mahasiswi masuk sepertinya, otomatis saya paling ganteng di sini (pa sopir sama kondektur ga termasuk ya). begitu lewat di jalan Kaliurang, perasaan mulai ga enak, karena kok jauh banget mau ke Malioboro ya? "Pak, ini bener jalan ke Malioboro?" "Iya bener Mas, tenang aja ga usah bingung". tau-tau bis masuk kawasan UGM, makin bingung aja aku, ada mahasiswi negur "Mas, mau kemana?ga tau jalan ya?" "Hehe,iya saya baru pertama ke sini. mau ke malioboro" "Lah, mas-e salah jalur kalo naik 3A. harusnya naek 2A" Hah?!! seketika itu juga langsung mandang tajam si kondektur. "Udah mas, turun bareng saya aja, nanti saya kasih tau arahnya" "Wah, makasih mba" akhirnya aku turun di RS Sarjito dengan pandangan penuh dendam ke kondektur.

bingung karena baru pertama berdiri di depan RS Sarjito aku tanya sama mahasiswi yang nolong aku tadi "Mba, ini di daerah mana ya?" "Ini di UGM mas" "UGM??mana UGM-nya?" "Ya ini. mas berdiri di kampus UGM" cuma bisa nyengir...trus dia kasih peta jalur ke mana aku harus ke Malioboro. percuma, karena aku baru pertama ke sini dan ga tau apa-apa. "Mba, kayaknya makin bingung saya. di sini ada taksi ga ya?" "oh ada mas" aaaarrgghhh, tau begini, mendingan langsung naek taksi aja tadi begitu turun dari bis. "Kalo gitu, saya naek taksi aja Mba biar ga muter-muter lagi" "Oh ya sudah mas, saya panggilkan ya" baek banget ya ini mahasiswi heheh.. "Makasih Mba bantuannya" "Sama-sama, oh ya jangan panggil saya Mba. nama saya I***" ^_^

Langsung kabur pake sedan kuning, sementara Dede sama Ciwink mis-call bolak-balik dikira aku ilang ditelen buaya, padahal mah..heheheh. begitu masuk Malioboro, wuiiihhhh ruame banget!! bener-bener kayak pasar malem!! yang ditunggu-tunggu ketemu akhirnya nongol juga. sedikit surprise sama Ciwink yang sekarang jilbaber ^_^. update kabar terbaru, Kang San masih ada kerjaan so bakal telat ngumpulnya, Mbah fred mau dateng juga tapi besok subuh! Kelamaan nunggu Kang San, perut ga bisa bohong. asli lapar sangat, karena lagi di Jogja, pengen juga ngerasain makanan mewah ala Jogja sambil nunggu Kang San sama Mbah Fred