Konvoi ke pantai pun mulai masuk jalan besar kota Jogja. Hari minggu pagi di kota ini sejuk ditemani bunyi kicau burung yang kadang terdengar dari pinggir jalan (beneran ada kicau burung lho), ramai tapi ga macet, warga kota yang mulai segala aktifitas, serta bangunan-bangunan benteng menemani perjalanan ke pantai Kukup. Aku yang setiap hari selalu ditemani macet dan debu tebal hitam ibukota sudah pasti riang gembira di kota ini heheh.. Matahari yang mulai naik, kibasan angin yang masih dingin di pagi hari, lampu merah yang bolak-balik menyapa di tengah jalan, dan perut pun mulai lapar
"Sarapan dulu yuk!" ajak Chiwink
"Sarapan di mana ni?"tanyaku
"Ke rumah mba-ku aja, deket kok dari pantai, jadi bisa transit dulu sebelum ke pantai" usul Dede
Jadilah rubah rute ke rumah mba-nya Dede dulu buat isi perut dan transit dulu
"San, emangnya ke pantai Kukup jauh ya? kok transit dulu?" tanyaku yang bonceng motor Kang San
"Ngga, deket kok" jawab Kang San
Ternyata pantai Kukup itu jauh sodara-sodara! dan aku yang cuma pake sweater tipis udah mulai kedinginan di belakang Kang San. Pantas saja semuanya pake jaket tebel begitu, meski matahari udah naik seutuhnya, masih dingin aja udara di sini.
Rumah mba-nya Dede kalo ga salah ada di daerah Gunung Kidul sana, jalan menuju ke sana ibarat mau ke Puncak lewat Ciawi. Jalan naik yang curam dan berbelok-belok, dilindungi dengan pepohonan di kanan-kiri jalan, bus-bus besar yang menggerum karena curamnya jalan, motor-motor yang berkelit menyalip, memberi kesan tersendiri ketika berjalan di daerah sini. Kami terus naik, berbelok, dan terus naik sampai bisa terlihat kota Jogja di bawah sana. Jalanan yang jarang kutemui kecuali saat aku lagi di rumah (rumahku juga melintas gunung dan lembah) dan di sini baru kita merasakan enak naik kendaraan, ga ada macet dan lampu merah cuy!
Setibanya di rumah mba-nya Dede, kenalan, selonjoran, langsung makan :P tanpa malu-malu dan permisi langsung ambil porsi masing-masing. Ngobrol sebentar, dan rombongan konvoi kita nambah anggota lagi. Sodaranya Dede pengen ikut juga ke Kukup, wokey! bungkus deh, makin banyak orang makin rame ni heheh..dan formasi boncenger pun berganti, dapet tambahan motor soalnya hehehe..
Tujuan pun berganti lagi kali ini, kita ke pantai Baron dulu sebelum ke Kukup. Aku bawa motor kali ini hehehe, tapi kok tenaganya kurang ya? apa aku yang overweight? :P gara-gara aku dah lama ga bawa motor, jadi kagok ngendaliin kuda besi yang satu ini. Chiwink yang aku bonceng pun bolak balik protes karena ga nyaman bawanya :P Jalan yang dipilih kali inipun unik, sepertinya jalan yang jarang banget ada orang lewat sini. Susuri bukit berbatu, belok ke belakang lembah, turun lalu naik lagi ke puncak bukit. Keluar di jalan raya beraspal dengan kebun-kebun tembakau di kanan-kiri jalan, terus masuk ke dalam rindangnya hutan bambu dan muncul di tengah hamparan kebun jagung, berganti dengan sawah, dan berganti ke kebun bawang merah sepanjang jalan dan sejauh jalur ini membentang. Berbelok ke arah laut, naik ke atas bukit sedikit, lalu meluncur dengan bebas di antara gundukan-gundukan tanah menyerupai bukit kecil dan sampai lah kita di pintu masuk pantai Baron.
Pantai ini sebenarnya pantai nelayan, jadi ada perahu-perahu nelayannya, pemandangan yang jarang ada jika kita pergi ke pantai wisata. Okey, langsung hampiri pantainya!! Begitu masuk kawasan pantai..wuiiihhhh..bagus bro! langit juga cerah banget hari ini. Banya
"Ayo buka baju!! kapan lagi ketemu pantai!!" ajak Dede
Tanpa basa-basi langsung nyemplung aja ke laut, dan dengan malu-malu karena perut buncitku aku juga ikut nyebur heheh..
Mbah Fred, Dede, dan aku yang bisa dibilang anak gunung so pasti dengan hepinya bermain air laut, loncat kesana kemari, berenang menantang ombak, percobaan lompat indah dari batu karang sampe iseng ambil foto-foto makhluk-makhluk indah yang ada di sini :P (buat keisengan yang satu ini sempet dapet tatapan tajam dari Chiwink) sementara Kang San dan Chiwink cuma memantau layaknya penjaga pantai baywatch :P. Puas bermain dan capek berenang melawan ombak pantai laut selatan, daripada bengong dan emang kami semua ga ada yang betah berdiam lama-lama ya sudah ambil foto-foto makhluk indah lagi hehehe..banyak yang indah soalnya di sini, paras ayu ala Jogja dan pose-pose alami dan tidak dibuat-buat membuat kami tertarik untuk sedikit mengambil gambarnya.
Matahari sudah tegak melayang di atas kepala, hari tak terasa sudah terang benderang dan pandangan mata pun sudah mu
"Kapan ke Kukupnya?" tanya Chiwink
"Ya sekarang aja, tuh tinggal jalan lewatin bukit ini." jawab sodara Dede
Ternyata pantai Kukup bersebelahan sama pantai Baron, baru tau saya heheh..oke kalau begitu, kita lanjut ke pantai Kukup!! cuma tinggal lintasi bukit di belakang kok, dan pasti ada pemandangan unik lainnya ni.
Bukit yang dilintasi tergolong kecil, mungkin karena di daerah pantai bukit ini tanahnya bercampur bebatuan tapi banyak tumbuhan dan ilalang yang tumbuh di bukit ini. Tanjakan yang terjal dan berbatu membuat langkah kaki kadang terpeleset karena batu yang menjadi licin. Sebenarnya ada jalan raya sendiri untuk sampai ke pantai Kukup tapi karena memutar jauh, lebih baik memilih melintas bukit lagipula akan menambah rasa berpetualang jika saat liburan kita memilih jalur yang tidak biasa dilewati orang kebanyakan.
Benar saja, begitu sampai di atas bukit pemandangan laut berubah jadi indah sekali. karena kita di atas, pandangan jadi jauh dan luas. Benar-benar biru laut di sini. Jalan menurun terjal dan berkelok menjadi rute kami kali ini, dengan berbaris berjalan kaki kami susuri tanah lapang, meniti tepian bukit, terkadang membelah rumput-rumput liar dan tersesat! terlintas di
Di ujung rimbunnya tumbuhan liar di situ lah pintu gerbang ke pantai Kukup. pantainya lebih lebar dari pantai Baron dan lebih banyak orang di sini, sepertinya karena pantai ini merupakan pantai wisata. Karena kami datang dari arah bukit, bukan dari jalan raya jadi sisi pantai yang kami datangi ga begitu banyak orang, baguslah kalo begitu hehehe..makin sedikit orang yang datang makin bersih pantainya. Yep, mungkin gambaran semua pantai di negeri kita seperti ini. makin terkenal pantainya, makin kotor jadinya. Ga heran, banyak orang memilih berlibur di pantai yang kurang terkenal atau pantai yang jarang pengunjung karena akses yang terbatas.
Sampe juga akhirnya di pantai Kukup, pantai yang jadi alasan pertama gerombolan ini datang ke Jogja. Sayang di sini ada larangan untuk berenang, memang ombak di sini lebih garang dibandingkan pantai Baron. Pemandangan yang ditawarkan cukup berharga untuk di potret dan direkam. Di sini karena ga bisa berenang bebas jadi cuma berpose ria di hadapan laut luas dan duduk tenang menghirup udara khas pantai yang menenangkan pikiran. Memang benar orang bilang, duduk di pantai lebih membuat rileks daripada kita ke sauna sekalipun. Sempat kami curhat-curhatan antar teman di pantai ini, minta pendapat, dan saling menguatkan. Kami berlima memang jarang sekali ketemu, selain jarak yang masing-masing jauh, juga karena kesibukan masing-masing yang menghalangi untuk saling bertemu. Dulu sewaktu masih jadi pasukan putih abu-abu, bisa setiap jam ketemu dan setiap hari ribut masalah ulangan dan tugas yang kadang di luar jangkauan otak kami yang masih imut. Aku dan Kang San satu kos dan satu kamar, so sering banget salin
Puas haha-hihi dan berendam pasir dan air laut, foto-foto segala pose, saatnya kita pulang ke kota :P matahari mulai turun dan masing-masing harus kembali ke alamnya :P
